.: Selamat datang di website PT. Hyperbaric Medical Solusindo :.

Klinik Hiperbarik RSUD Raja Ampat

Diresmikan oleh Ibu Menkes dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH More »

Peresmian Klinik Hiperbarik II

RS. Graha Kedoya Jl. Panjang No. 26 Kedoya, Jakarta Barat More »

Luka Diabetes

Terapi oksigen hiperbarik merupakan perawatan terbaik untuk luka diabetes/ulcer More »

 

Pameran Alkes Rangka Hari Kesehatan Nasional ke-52

alkes1

Dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke-52, Kementerian Kesehatan RI menyelenggarakan Pameran Pembangunan Kesehatan yang dilaksanakan bersamaan dengan Pameran Produksi Alat Kesehatan Dalam Negeri yang berbentuk miniatur rumah sakit dan Puskesmas, serta dilengkapi area pameran inovasi dan area riset farmasi dan 125 stand pameran.

Pameran Ini diselenggarakan sebagai upaya untuk memperkenalkan bahwa Indonesia mampu memproduksi Alkes di dalam negeri, sehingga dapat meningkatkan penggunaan produk dalam negeri, tutur Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek, pada pembukaan kegiatan Pameran Pembangunan Kesehatan dan Pameran Produksi Alat Kesehatan di Jakarta (18/1).

PT. Hyperbaric  Medical Solusindo sebagai salah satu perusahaan yang mampu memproduksi chamber hiperbarik turut serta berpartisipasi dalam pameran tersebut.alkes2

Pameran ini diselenggarakan selama tiga hari, mulai 18 s.d 20 November 2016 di di  Hall C3 JI EXPO Kemayoran ini diikuti oleh masing-masing unit eselon I Kemenkes dan UPT, Pemprov/Dinas Kesehatan Provinsi, Badan POM, BKKBN, Kemenristek/BPPT, LIPI, Puskes TNI, Pusdokkes POLRI, Ditkes TNI AD, Ditkes TNI AU, RS Vertikal Kemenkes, Rumah Sakit Daerah, RS TNI/POLRI, ARVI dan PERSI, BUMN Kesehatan, industri farmasi, industri Alat Kesehatan, Laboratorium Kesehatan, Industri Makanan/Minuman, Industri Obat Tradisional, Perusahaan Jamu, Kosmetika, dan Lembaga Donor Kesehatan.

Diharapkan, dengan semakin diperkenalkannya produk Alkes dalam negeri dapat mengurangi ketergantungan terhadap produk Alkes impor.

Kunjungan Direktorat Penilaian Alkes & PKRT Kemenkes RI ke PT. Hyperbaric Medical Solusindo

kunjungan

Kunjungan Direktorat Penilaian Alkes & PKRT Kemenkes RI ke PT. Hyperbaric Medical Solusindo pada tanggal 15 Agustus 2016 diwakili oleh Dra. Rully Makarawo,Apt selaku Kasubdit Alkes Kelas A & B dan Ibu Pritha Elisa.

Kunjungan pre-market ini bertujuan untuk mengamati kesesuaian produksi hyperbaric chamber PT. HMS dengan cara produksi alat kesehatan yang baik dan benar.

Dukungan pemerintah terhadap produksi dalam negeri menjadikan dorongan bagi kementerian kesehatan  untuk melakukan kunjungan  ini.

“Harapan akhir bagi para produsen alat kesehatan dalam negeri adalah dapat   meningkatkan mutu dan daya saing  terhadap produk non-lokal”, demikian ujar Ibu Dra.Rully Makarawo, Apt.

Diskusi Terbuka Tentang Hyperbaric Chamber Tahun 2016

diskusi1

Indonesia yang kita cintai merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terletak tepat di titik pertemuan jalur komunikasi dunia. Kondisi ini menjadikan Indonesia memiliki berbagai ancaman keamanan di laut baik ancaman kekerasa, ancaman navigasi, ancaman terhadap sumber daya laut dan ancaman pelanggaran hukum. Salah satu unsur pengawak TNI dan TNI AL adalah para penyelam yang bertugas melaksanakan perawatan dan perbaikan kapal bawah air, dan melaksanakan operasi selam lebih dari kedalaman 40 meter. Dalam kondisi tertentu para prajurit TNI dan profesi penyelam rentan akan paparan masalah kesehatan kelautan. Risiko terbesar yang dapat dialami adalah penyakit dekompresi. Untuk mengatasi penyakit ini dipergunakan metode pengobatan terapi oksigen hiperbarik (TOHB) dimana pasien diberikan pernafasan dengan oksigen murni (100%) pada kondisi tekanan udara lebih besar daripada tekanan udara atmosfer normal, dan proses ini dilaksanakan dalam suatu Ruang Udara Bertekanan Tinggi (hyperbaric chamber).

Seiring waktu TOHB dipergunakan bukan hanya untuk mengatasi penyakit penyelaman namun juga untk mengatasi penyakit-penyakit denganindikasi klinis lain, seperti untuk percepatan penyembuhan luka diabetes, dan lain-lain. Dengan adanya tuntutan di masyarakat ini maka beberapa hari menjelang Ramadhan, yaitu pada tanggal 2/6/2016, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Kekuatan Pertahanan menyelenggarakan Diskusi Terbuka tentang Hyperbaric Chamber di Aula Nusantara I Ged. Urip Sumohardjo Jakarta Pusat, dengan tema “Peran dan Fungsi Hyperbaric Chamber dalam Upaya Meningkatkan Derajat Kesehatan bagi Prajurit TNI, PNS Kemhan dan Keluarganya beserta Masyarakat.

diskusi2

Diskusi ini juga memberikan masukan dan saran sebagai informasi yang lengkap tentang fungsi, syarat dan kebijakan penggunaan alat terapi tersebut (hyperbaric chamber). Acara diskusi yang berlangsung kurang lebih tiga jam ini dihadiri oleh jajaran pejabat dari berbagai lini, baik dari Kemhan, Kemenkes, Kemenkumham, organisasi profesi IDI, organisasi kedokteran kelautan PERDOKLA, hadir juga para staf dari RS TNI AL dr. Mintohardjo, RS TNI AL dr. Ramelan, Lakespra Saryanto, serta tak tertinggal hadir pula para akademisi dari UI, UNAIR dan akhirnya para pengguna hyperbaric chamber dari Dispotmar TNI AL dan beberapa RS swasta di Jakarta. Diskusi ditutup oleh Dirjen Kuathan Kemhan Laksamana Muda TNI Agus Purwoto.

Do’s and don’ts : Tips Nyaman Menjalani Terapi Hiperbarik

chamberntb1

Semakin maraknya Terapi Oksigen Hiperbarik (TOHB) saat ini tentu juga akan diiringi oleh semakin meningkatnya rasa keingintahuan masyarakat, apa itu TOHB? Apakah saya boleh / bisa untuk mengikuti TOHB? Untuk menjawab itu bahasan kali ini akan membahas mengenai tips untuk mengikuti TOHB. Apa saja hal-hal yang harus diperhatikan saat seseorang mengikuti TOHB? Berikut adalah daftar hal-hal yang BOLEH anda lakukan dan TIDAK BOLEH anda lakukan.

DO’s:

  1. Berkonsultasilah dengan dokter hiperbarik, terutama bila ini adalah sesi TOHB pertama anda.
  2. Kenakan pakaian yang santai dengan bahan katun dan juga alas kaki yang mudah dilepas
  3. Bawalah satu tas saja yang cukup untuk menampung semua barang yang anda bawa sehingga tas dapat disimpan & dikunci di locker selama anda mengikuti terapi.
  4. Pilihlah jam terapi yang paling nyaman untuk anda sehingga anda tidak tergesa-gesa.
  5. Tibalah di instalasi hiperbarik minimal setengah jam sebelum jam perjanjian karena anda akan menjalani skrining awal sebelum masuk ke dalam chamber hiperbarik.
  6. Bawa serta foto rontgen dada (toraks) anda dengan minimal waktu rontgen adalah 3 bulan terakhir untuk memastikan bahwa kondisi paru-paru anda baik.
  7. Jangan lupa makanlah terlebih dahulu.
  8. Silakan membawa minuman favorit anda bila anda mau, karena saat terapi dimulai dan pintu chamber ditutup anda akan diminta untuk rajin menelan. Minuman kesukaan anda dapat membantu anda dalam proses penyamaan tekanan.
  9. Silakan anda BAB/BAK terlebih dahulu sebelum terapi dimulai sehingga anda tidak resah selama terapi berlangsung.

DON’Ts:

  1. Anda dilarang untuk membawa benda-benda yang dapat menimbulkan panas / memicu api seperti korek, rokok, dan juga peralatan elektronik ke dalam chamber.
  2. Jangan mengenakan perhiasan, make-up, juga parfum yang berlebihan. Ingat anda akan menjalani terapi dan bukan ke pesta pernikahan teman baik anda.
  3. Anda juga dilarang untuk membawa bahan bacaan dengan kertas yang teramat tipis dan banyak mengandung karbon seperti koran, tabloid, buku komik, dll. Anda diperkenankan untuk membawa bahan bacaan dengan kertas licin (glossy).
  4. Saat masker sudah dipasang ke wajah anda maka bernafaslah normal / biasa saja. Bagi kaum hawa, anda tidak perlu melepas masker dan malah menyemprotkan oksigen di masker ke kulit wajah / tangan anda supaya kulit anda semakin kencang, itu sia-sia saja dan tidak akan merubah anda menjadi Raisa, karena dengan bernafas normal oksigen yang larut dalam tubuh anda sudah >6x lipat daripada normal.
  5. Bila yang mengikuti terapi adalah anak anda, maka silakan membawa mainan favoritnya, tentu yang aman dan setelah di-skrining oleh petugas hiperbarik. Anda juga boleh membawa film kartun favorit anak anda sehingga selama terapi anak anda tidak akan bosan.

Apabila seluruh prosedur TOHB yang dijelaskan dilaksanakan oleh setiap peserta TOHB maka hasil akhir yang akan didapatkan adalah 0% keluhan dan 100% menyehatkan.

Selamat ber-Hiperbarik!

Aspek Keselamatan Dalam Terapi Hiperbarik

Senin, 14 Maret 2016 kabar duka datang dari RSAL Mintohardjo dengan meninggalnya 4 orang akibat kebakaran di chamber hiperbarik. Terlepas dari penyebab sebenarnya (masih dalam penyelidikan), masyarakat tentu bertanya-tanya apa penyebabnya? Apakah terapi hiperbarik ini membahayakan, apa saja perawatan chamber hiperbarik?
Kami mencoba mengulas aspek safety dari Chamber Hiperbarik.

Aspek Safety 1: Keamanan tekanan

Chamber hiperbarik, dilengkapi dengan pengaman menjaga tekanan yang aman bagi pasien. Pertama: tersedianya valve exhaust cepat. Exhaust cepat ini merupakan saluran pengeluaran udara secara cepat, sehingga memungkinkan pengeluaran pasien dengan cepat jika terjadi kedaruratan. Kedua: Pemberian tekanan (ascent) dan pengurangan tekanan (descent) diberikan sekurang-kurangnya 1 meter laut permenit atau kurang, untuk mengurangi resiko terjadinya barotrauma pada pasien.

Aspek safety 2: Pemberian oksigen

Chamber hiperbarik dilengkapi dua pipa inlet utama: udara atmosfir dan oksigen 100%. Pada awal pemberian tekanan pipa inlet udara atmosferlah yang memberi tekanan pertama kali. Seperti diketahui bahwa udara atmosfer terkandung oksigen 21%, akibatnya komposisi udara chamber pada saat mencapai kedalaman terapi sama dengan atmosfer.