Efektivitas hiperbarik untuk Bell’s Palsy

Bell’s Palsy merupakan kondisi dimana otot pada satu sisi wajah mengalami kelemahan atau kelumpuhan dan menjadikan otot yang terkena nampak kendur atau menjadi kaku.

Meski Bell’s Palsy dapat mengenai semua orang namun seringkali ditemukan pada penderita diabetes atau juga pada orang yang sedang dalam masa pemulihan pasca infeksi virus. Bell’s Palsy disebabkan karena adanya trauma pada syaraf nomor tujuh (nervus facialis).

Gejala-gejala Bell’s Palsy sering bersifat sementara. Dengan gejala utama kelumpuhan yang menyerupai stroke maka seringkali penderita Bell’s Palsy menjadi kuatir, namun perlu diingat bahwa saat seseorang mengalami gejala ini belumlah tentu akibat terkena serangan stroke.

Efektifitas hiperbarik untuk Bell’s Palsy dilandasi pada kondisi hipoksia (kurangnya suplay oksigen) pada syaraf akibat penyempitan pembuluh darah.

Tekanan dalam ruang hiperbarik, mampu merangsang pembentukan pembuluh darah baru, sehingga memungkinkan syaraf yang tidur/lumpuh mendapatkan supply oksigen.

 Secara umum efektivitas TOHB untuk kasus hipoksia syaraf memiliki 3 periode ;

  1. Periode optimal yaitu 0 hari s.d 2 minggu setelah kejadian hipoksia , dimana efektivitas TOHB dapat mencapai kisaran 80%
  2. Periode suboptimal yaitu setelah 2 minggu s.d 3 bulan setelah kejadian hipoksia dimana efektivitas TOHB mencapai kisaran 60%.
  3. Periode lanjutan dapatberkisar sampai dengan 1 tahun, peluang kesembuhan masih ada, tetapi efektivitas TOHB tidak dapat di estimasi

Penelitian mengenai peran terapi oksigen hiperbarik pada kasus Bell’s Palsy belum begitu banyak namun demikian hasil studi menunjukkan bahwa TOHB cukup efektif pada kasus-kasus Bell’s Palsy yang moderat hingga berat. Meski TOHB sebagai terapi tambahan juga dapat dikombinasikan dengan terapi utama yang diberikan oleh Dokter Spesialis Neurologi namun sangat disarankan bagi anda untuk selalu berkonsultasi dan berdiskusi dengan Dokter Spesialis Neurologi anda apabila ingin menyertakan Terapi Oksigen Hiperbarik ke dalam regimen terapi anda.

Print Friendly

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>