Mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia
Simposium dan Workshop Nasional Ke-1
Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Kelautan (Perdokla)
TEMA: Awal Era Dukungan Kedokteran Kelautan Pada Poros Maritim Dunia
Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki potensi besar menjadi poros maritim dunia. Poros maritim merupakan sebuah gagasan strategis yang diwujudkan untuk menjamin konektifitas antar pulau, pengembangan industri perkapalan dan perikanan, perbaikan transportasi laut serta fokus pada keamanan maritim. Saat ini pemerintah telah menempatkan pembangunan poros maritim sebagai salah satu prioritas nasional dan sudah masuk dalam rencana prioritas tahun 2015-2019.
Sektor kemaritiman nasional terutama di bidang keselamatan kerja maritim dan pariwisata sangat membutuhkan kehadiran dari sumber daya potensial dan produk inovatif terutama di bidang kedokteran kelautan. Oleh karenanya Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman memberikan perhatian penuh kepada eksistensi dan peran kedokteran kelautan di Indonesia.
Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Agus Purwoto dalam acara Simposium dan Workshop Nasional I Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Kelautan (Perdokla), yang digelar di Graha Utama RS Pertamina Jakarta, Sabtu (30-06-2018).
Parameter dari kedokteran kelautan adalah penguasan teknologi dari personel-personel pilihan di spesialis kedokteran kelautan, di antaranya adalah teknologi di bidang “hiperbarik” (terapi oksigen) dengan menggunakan teknologi “chamber” (ruangan udara bertekanan tinggi, dengan tekanan atmosfer lebih dari 1 atm) diperuntukkan untuk mengatasi masalah fisiologis dan patologis dalam penyelaman.
Semoga simposium yang diikuti oleh peserta dari jajaran TNI AL, Dokter, Perawat, dan juga para penyelam ini dapat menyatukan berbagai kalangan di bidang kemaritiman dan juga menjadikan Ilmu Kedokteran Kelautan sebagai salah satu tonggak tercapainya Indonesia sebagai poros maritim dunia.